Kelas Bimtek Ketenagakerjaan

Info Bimtek Penerapan ESG (Environment, Social, Governance) di Bidang Ketenagakerjaan Tahun 2025 – 2026

Info Bimtek Penerapan ESG (Environment, Social, Governance) di Bidang Ketenagakerjaan Tahun 2025 - 2026

Info Bimtek Penerapan ESG (Environment, Social, Governance) di Bidang Ketenagakerjaan Tahun 2025 – 2026

Dengan Hormat

Penerapan ESG (Environment, Social, Governance) di bidang ketenagakerjaan menjadi strategi penting dalam mewujudkan praktik ketenagakerjaan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Aspek environment berfokus pada penciptaan lingkungan kerja yang ramah lingkungan, efisien energi, serta memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja. Aspek social menekankan perlindungan hak-hak tenaga kerja, kesetaraan kesempatan, keberagaman, serta peningkatan kesejahteraan karyawan melalui program pelatihan dan jaminan sosial. Sementara aspek governance mengatur tata kelola ketenagakerjaan yang transparan, etis, serta sesuai regulasi, termasuk dalam hal perekrutan, sistem pengupahan, dan perlindungan pekerja dari diskriminasi maupun pelecehan.

Melalui penerapan ESG, perusahaan tidak hanya meningkatkan citra positif, tetapi juga mampu menciptakan tenaga kerja yang produktif, loyal, dan kompetitif. Pada akhirnya, ESG di bidang ketenagakerjaan menjadi instrumen penting dalam membangun hubungan industrial yang harmonis sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis dan kesejahteraan pekerja.

Tujuan Bimtek Penerapan ESG (Environment, Social, Governance) di Bidang Ketenagakerjaan Tahun 2025 – 2026:

  1. Mewujudkan praktik ketenagakerjaan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

  2. Meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan hak-hak tenaga kerja.

  3. Mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan ramah lingkungan.

  4. Memastikan tata kelola ketenagakerjaan yang transparan, etis, dan sesuai regulasi.

  5. Meningkatkan daya saing perusahaan melalui penerapan prinsip ESG.

Materi Bimtek Penerapan ESG (Environment, Social, Governance) di Bidang Ketenagakerjaan Tahun 2025 – 2026:

  1. Konsep dasar ESG dalam konteks ketenagakerjaan.

  2. Aspek environment: K3, efisiensi energi, dan pengelolaan lingkungan kerja.

  3. Aspek social: hak tenaga kerja, kesetaraan, keberagaman, jaminan sosial, serta program pelatihan.

  4. Aspek governance: tata kelola ketenagakerjaan, transparansi, sistem pengupahan, dan anti-diskriminasi.

  5. Strategi implementasi ESG di perusahaan/instansi.

  6. Manfaat ESG bagi pekerja, perusahaan, dan stakeholder.

  7. Monitoring, evaluasi, serta pelaporan penerapan ESG di bidang ketenagakerjaan.

NARASUMBER BIMTEK TRAINING

Narasumber Kami Berpengalaman Sescara Teori Dan Praktek  Selama 35+ Tahun Tersertifikasi Nasional Dan Internasional Dan Tersebar Di Seluruh Indonesia

LOKASI PELAKSANAAN 77 KOTA DI INDONESIA

  1. Yogyakarta ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  2. Jakarta ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  3. Bandung ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  4. Bali ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  5. Surabaya ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  6. Malang ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  7. Samarinda ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  8. Balikpapan
  9. Makassar
  10. Batam
  11. Semarang
  12. Manado
  13. Jayapura
  14. Sorong
  15. Medan
  16. Dst

 Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan

Benefit Apa Saja yang Didapatkan Peserta

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan (By Request)
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or backpack (Tas Training) Dan Jaket
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2x Coffee Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive

INFORMASI PENDAFTARAN DAPAT MENGHUBUNGI ADMIN KAMI

Andi Muslimin : 0813 3009 9229 

author-avatar

Tentang SAINSTARA

SAINSTARA adalah sebuah perusahaan swasta yang bersifat independen dan profesional yang bergerak di bidang jasa konsultasi, pendidikan, dan pelatihan. Memberikan peningkatan standar baru persaingan SDM. Dalam kondisi ini, setiap perusahaan menginginkan untuk bisa bertahan dan berkembang serta harus bisa meningkatkan daya saing.