Kelas Bimtek Pemetaan GIS

Info Bimtek GIS untuk Pemetaan Wilayah Stunting dan Gizi Buruk Tahun 2025 – 2026

Info Bimtek GIS untuk Pemetaan Wilayah Stunting dan Gizi Buruk Tahun 2025 - 2026

Info Bimtek GIS untuk Pemetaan Wilayah Stunting dan Gizi Buruk Tahun 2025 – 2026

Dengan Hormat

GIS untuk pemetaan wilayah stunting dan gizi buruk merupakan pendekatan inovatif yang memanfaatkan teknologi sistem informasi geografis dalam mendukung perencanaan dan intervensi kesehatan masyarakat. Melalui pemetaan spasial, data terkait kasus stunting dan gizi buruk dapat ditampilkan secara visual sehingga memudahkan identifikasi wilayah dengan prevalensi tinggi. Analisis ini membantu pemerintah dan pemangku kebijakan dalam menentukan prioritas intervensi, seperti distribusi bantuan gizi, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta perbaikan sanitasi dan akses pangan.

Dengan GIS, faktor-faktor pendukung seperti kepadatan penduduk, akses fasilitas kesehatan, kondisi lingkungan, dan status sosial ekonomi juga dapat diintegrasikan untuk memahami akar masalah stunting. Hasil pemetaan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat monitoring, tetapi juga sebagai dasar evaluasi program dan pengambilan keputusan berbasis bukti. Dengan demikian, GIS menjadi instrumen penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting serta gizi buruk secara lebih efektif dan terarah.

Tujuan Bimtek GIS untuk Pemetaan Wilayah Stunting dan Gizi Buruk Tahun 2025 – 2026:

  1. Memahami konsep dasar pemanfaatan GIS dalam pemetaan masalah kesehatan, khususnya stunting dan gizi buruk.

  2. Mengidentifikasi wilayah rawan stunting melalui analisis spasial berbasis GIS.

  3. Mengintegrasikan data kesehatan, sosial, ekonomi, dan lingkungan ke dalam peta digital.

  4. Mendukung perencanaan, monitoring, dan evaluasi program intervensi gizi secara tepat sasaran.

  5. Memberikan dasar pengambilan keputusan berbasis data spasial untuk pengentasan stunting.

Materi Bimtek GIS untuk Pemetaan Wilayah Stunting dan Gizi Buruk Tahun 2025 – 2026:

  1. Pengantar GIS dan pemanfaatannya dalam bidang kesehatan masyarakat.

  2. Data spasial dan non-spasial untuk pemetaan stunting dan gizi buruk.

  3. Teknik pemetaan distribusi kasus stunting menggunakan GIS.

  4. Analisis faktor risiko: akses layanan kesehatan, sanitasi, pangan, dan kondisi sosial-ekonomi.

  5. Visualisasi peta tematik stunting dan gizi buruk.

  6. Studi kasus pemanfaatan GIS dalam program penanggulangan stunting di daerah.

  7. Integrasi hasil pemetaan GIS ke dalam sistem informasi kesehatan dan perencanaan kebijakan.

NARASUMBER BIMTEK TRAINING

Narasumber Kami Berpengalaman Sescara Teori Dan Praktek  Selama 35+ Tahun Tersertifikasi Nasional Dan Internasional Dan Tersebar Di Seluruh Indonesia

LOKASI PELAKSANAAN 77 KOTA DI INDONESIA

  1. Yogyakarta ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  2. Jakarta ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  3. Bandung ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  4. Bali ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  5. Surabaya ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  6. Malang ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  7. Samarinda ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  8. Balikpapan
  9. Makassar
  10. Batam
  11. Semarang
  12. Manado
  13. Jayapura
  14. Sorong
  15. Medan
  16. Dst

 Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan

Benefit Apa Saja yang Didapatkan Peserta

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan (By Request)
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or backpack (Tas Training) Dan Jaket
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2x Coffee Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive

INFORMASI PENDAFTARAN DAPAT MENGHUBUNGI ADMIN KAMI

Andi Muslimin : 0813 3009 9229 

author-avatar

Tentang SAINSTARA

SAINSTARA adalah sebuah perusahaan swasta yang bersifat independen dan profesional yang bergerak di bidang jasa konsultasi, pendidikan, dan pelatihan. Memberikan peningkatan standar baru persaingan SDM. Dalam kondisi ini, setiap perusahaan menginginkan untuk bisa bertahan dan berkembang serta harus bisa meningkatkan daya saing.