Kelas Bimtek Pemetaan GIS

Jadwal Bimtek Pemetaan Tematik Daerah Rawan Bencana Berbasis GIS Tahun 2025 – 2026

Jadwal Bimtek Pemetaan Tematik Daerah Rawan Bencana Berbasis GIS Tahun 2025 - 2026

Jadwal Bimtek Pemetaan Tematik Daerah Rawan Bencana Berbasis GIS Tahun 2025 – 2026

Dengan Hormat

Pelatihan “Pemetaan Tematik Daerah Rawan Bencana Berbasis GIS” bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memetakan wilayah-wilayah yang memiliki potensi risiko bencana menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS). Peserta akan mempelajari teknik pengolahan data spasial untuk membuat peta tematik yang menggambarkan tingkat kerentanan, bahaya, dan kapasitas wilayah terhadap berbagai jenis bencana seperti banjir, longsor, gempa bumi, dan kebakaran hutan.

Pelatihan ini juga mencakup tahapan analisis spasial, overlay data, klasifikasi zona rawan, serta visualisasi hasil dalam bentuk peta yang mudah dipahami dan aplikatif untuk perencanaan mitigasi. Dengan pendekatan berbasis praktik, peserta diharapkan mampu menghasilkan peta tematik yang dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan penanggulangan bencana. Pelatihan ini sangat relevan bagi aparat pemerintah, perencana wilayah, peneliti, dan praktisi kebencanaan.

Tujuan Bimtek Pemetaan Tematik Daerah Rawan Bencana Berbasis GIS Tahun 2025 – 2026:

  1. Meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan pentingnya pemetaan tematik daerah rawan bencana.

  2. Membekali peserta dengan keterampilan teknis dalam mengolah dan menganalisis data spasial menggunakan GIS.

  3. Mengembangkan kemampuan peserta dalam menyusun peta tematik untuk identifikasi dan zonasi wilayah rawan bencana.

  4. Mendorong pemanfaatan GIS sebagai alat bantu dalam perencanaan mitigasi dan penanggulangan bencana berbasis data spasial.

Materi Bimtek Pemetaan Tematik Daerah Rawan Bencana Berbasis GIS Tahun 2025 – 2026:

  • Konsep dasar bencana dan kerawanan wilayah

  • Pengenalan sistem informasi geografis (GIS) dan data spasial

  • Teknik pengumpulan dan pengelolaan data spasial bencana

  • Analisis spasial untuk identifikasi bahaya, kerentanan, dan kapasitas wilayah

  • Teknik overlay dan klasifikasi zona rawan bencana

  • Pembuatan peta tematik rawan bencana menggunakan perangkat lunak GIS

  • Visualisasi dan interpretasi hasil pemetaan tematik

  • Studi kasus peta rawan bencana (banjir, longsor, gempa, dll.)

  • Integrasi hasil pemetaan ke dalam dokumen perencanaan dan kebijakan

  • Praktik langsung penyusunan peta tematik dan presentasi hasil analisis

NARASUMBER BIMTEK TRAINING

Narasumber Kami Berpengalaman Sescara Teori Dan Praktek  Selama 35+ Tahun Tersertifikasi Nasional Dan Internasional Dan Tersebar Di Seluruh Indonesia

LOKASI PELAKSANAAN 77 KOTA DI INDONESIA

  1. Yogyakarta ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  2. Jakarta ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  3. Bandung ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  4. Bali ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  5. Surabaya ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  6. Malang ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  7. Samarinda ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  8. Balikpapan
  9. Makassar
  10. Batam
  11. Semarang
  12. Manado
  13. Jayapura
  14. Sorong
  15. Medan
  16. Dst

 Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan

Benefit Apa Saja yang Didapatkan Peserta

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan (By Request)
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or backpack (Tas Training) Dan Jaket
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2x Coffee Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive

INFORMASI PENDAFTARAN DAPAT MENGHUBUNGI ADMIN KAMI

Andi Muslimin : 0813 3009 9229 

author-avatar

Tentang SAINSTARA

SAINSTARA adalah sebuah perusahaan swasta yang bersifat independen dan profesional yang bergerak di bidang jasa konsultasi, pendidikan, dan pelatihan. Memberikan peningkatan standar baru persaingan SDM. Dalam kondisi ini, setiap perusahaan menginginkan untuk bisa bertahan dan berkembang serta harus bisa meningkatkan daya saing.