Kelas Bimtek Pertanian dan Ketahanan Pangan

Info Bimtek Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional Tahun 2025 – 2026

Info Bimtek Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional Tahun 2025 - 2026

Info Bimtek Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional Tahun 2025 – 2026

Dengan Hormat

Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional merupakan upaya komprehensif untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Strategi ini melibatkan penguatan sektor pertanian, peningkatan produktivitas lahan, serta pengembangan teknologi budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, diversifikasi pangan lokal dan pengurangan ketergantungan pada impor menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Pemerintah, swasta, koperasi, dan masyarakat perlu berkolaborasi dalam menciptakan sistem distribusi yang efisien, mengurangi kehilangan pascapanen, serta memperkuat cadangan pangan strategis.

Edukasi gizi dan pola konsumsi sehat juga menjadi bagian integral agar ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas asupan masyarakat. Dengan strategi yang terarah, ketahanan pangan nasional akan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga kemandirian bangsa dalam menghadapi tantangan global.

Tujuan Bimtek Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional Tahun 2025 – 2026

  1. Meningkatkan ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi seluruh masyarakat.

  2. Memperkuat kemandirian pangan melalui optimalisasi produksi dalam negeri.

  3. Mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan strategis.

  4. Meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan.

  5. Mewujudkan distribusi pangan yang merata, adil, dan berkelanjutan.

Materi Bimtek Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional Tahun 2025 – 2026

  1. Konsep ketahanan pangan nasional dan tantangan global.

  2. Strategi peningkatan produktivitas pertanian berbasis teknologi dan inovasi.

  3. Diversifikasi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu.

  4. Penguatan sistem distribusi, logistik, dan cadangan pangan nasional.

  5. Kebijakan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

  6. Peran masyarakat, swasta, dan koperasi dalam mewujudkan kemandirian pangan.

  7. Edukasi gizi dan pola konsumsi sehat sebagai bagian dari ketahanan pangan.

NARASUMBER BIMTEK TRAINING

Narasumber Kami Berpengalaman Sescara Teori Dan Praktek  Selama 35+ Tahun Tersertifikasi Nasional Dan Internasional Dan Tersebar Di Seluruh Indonesia

LOKASI PELAKSANAAN 77 KOTA DI INDONESIA

  1. Yogyakarta ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  2. Jakarta ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  3. Bandung ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  4. Bali ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  5. Surabaya ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  6. Malang ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  7. Samarinda ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  8. Balikpapan
  9. Makassar
  10. Batam
  11. Semarang
  12. Manado
  13. Jayapura
  14. Sorong
  15. Medan
  16. Dst

 Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan

Benefit Apa Saja yang Didapatkan Peserta

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan (By Request)
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or backpack (Tas Training) Dan Jaket
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2x Coffee Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive

INFORMASI PENDAFTARAN DAPAT MENGHUBUNGI ADMIN KAMI

Andi Muslimin : 0813 3009 9229 

author-avatar

Tentang SAINSTARA

SAINSTARA adalah sebuah perusahaan swasta yang bersifat independen dan profesional yang bergerak di bidang jasa konsultasi, pendidikan, dan pelatihan. Memberikan peningkatan standar baru persaingan SDM. Dalam kondisi ini, setiap perusahaan menginginkan untuk bisa bertahan dan berkembang serta harus bisa meningkatkan daya saing.