Kelas Bimtek Puskesmas

Info Bimtek Pengelolaan Obat, Alkes, dan Logistik di Puskesmas Tahun 2026

Info Bimtek Pengelolaan Obat, Alkes, dan Logistik di Puskesmas Tahun 2026

Info Bimtek Pengelolaan Obat, Alkes, dan Logistik di Puskesmas Tahun 2026

Dengan Hormat

Pengelolaan Obat, Alkes, dan Logistik di Puskesmas merupakan proses yang memastikan ketersediaan, mutu, dan keamanan obat serta alat kesehatan untuk mendukung layanan kesehatan yang optimal. Kegiatan ini meliputi perencanaan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, distribusi, hingga pencatatan dan pelaporan yang terstandar. Pengelolaan yang baik bertujuan mencegah kekosongan stok, mengurangi risiko kedaluwarsa, serta memastikan alkes dan logistik digunakan sesuai prosedur. Di puskesmas, sistem ini juga mencakup pemantauan stok secara berkala, penggunaan aplikasi farmasi, pengelolaan ruang obat sesuai prinsip Good Storage Practice (GSP), serta koordinasi dengan dinas kesehatan terkait permintaan dan pendistribusian.

Selain itu, tenaga farmasi memiliki peran penting dalam memastikan obat digunakan secara rasional dan aman oleh pasien. Dengan manajemen logistik yang efektif, pelayanan puskesmas menjadi lebih efisien, berkualitas, serta mampu mendukung program kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Tujuan Bimtek Pengelolaan Obat, Alkes, dan Logistik di Puskesmas Tahun 2026:

  1. Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengelola obat, alkes, dan logistik secara efektif dan sesuai standar.

  2. Memastikan ketersediaan obat dan alat kesehatan yang aman, bermutu, dan tepat waktu di puskesmas.

  3. Mengoptimalkan sistem perencanaan, pengadaan, penyimpanan, distribusi, serta pemantauan stok.

  4. Mencegah terjadinya kekosongan, kelebihan stok, dan kedaluwarsa obat serta alkes.

  5. Memperkuat pencatatan, pelaporan, dan pemanfaatan data logistik untuk perencanaan yang akurat.

Materi Bimtek Pengelolaan Obat, Alkes, dan Logistik di Puskesmas Tahun 2026:

  1. Konsep dasar manajemen obat, alkes, dan logistik di fasilitas kesehatan.

  2. Perencanaan kebutuhan menggunakan metode konsumsi, morbiditas, dan ABC-VED.

  3. Prosedur pengadaan, penerimaan, dan pemeriksaan mutu obat serta alkes.

  4. Penyimpanan sesuai prinsip Good Storage Practice (GSP) dan pengendalian kondisi ruang obat.

  5. Sistem distribusi internal dan eksternal, termasuk mekanisme permintaan logistik.

  6. Penggunaan aplikasi farmasi dan pencatatan-pelaporan logistik.

  7. Pemantauan kedaluwarsa, stok minimum, dan tindakan pencegahan kekosongan.

  8. Prinsip penggunaan obat yang rasional dan peran tenaga farmasi.

NARASUMBER BIMTEK TRAINING

Narasumber Kami Berpengalaman Sescara Teori Dan Praktek  Selama 35+ Tahun Tersertifikasi Nasional Dan Internasional Dan Tersebar Di Seluruh Indonesia

LOKASI PELAKSANAAN 77 KOTA DI INDONESIA

  1. Yogyakarta ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  2. Jakarta ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  3. Bandung ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  4. Bali ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  5. Surabaya ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  6. Malang ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  7. Samarinda ( Setiap Minggu Pelaksanaan )
  8. Balikpapan
  9. Makassar
  10. Batam
  11. Semarang
  12. Manado
  13. Jayapura
  14. Sorong
  15. Medan
  16. Dst

 Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan

Benefit Apa Saja yang Didapatkan Peserta

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan (By Request)
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or backpack (Tas Training) Dan Jaket
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2x Coffee Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive

INFORMASI PENDAFTARAN DAPAT MENGHUBUNGI ADMIN KAMI

  • Andi Muslimin : 0813 3009 9229 

 

author-avatar

Tentang SAINSTARA

SAINSTARA adalah sebuah perusahaan swasta yang bersifat independen dan profesional yang bergerak di bidang jasa konsultasi, pendidikan, dan pelatihan. Memberikan peningkatan standar baru persaingan SDM. Dalam kondisi ini, setiap perusahaan menginginkan untuk bisa bertahan dan berkembang serta harus bisa meningkatkan daya saing.